Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lini Belakang Rapuh, Chelsea Bidik Lewis Dunk dari Brighton


chelsea minat lewis dunk

Setelah mendapat kekalahan atas Newcastle di gameweek ke-24 Liga Primer Inggris kemarin, masalah pertahanan Chelsea semakin jelas terlihat. Kini, banyak pihak menilai bahwa skuad asuhan Frank Lampard itu benar-benar membutuhkan pemain baru. Chelsea sendiri sudah dikabarkan mengincar sejumlah nama di jendela transfer bulan Januari ini.

Dari sekian nama yang diincar oleh Frank Lampard, ada satu nama pemain Brighton & Hove Albion, Lewis Dunk. Nama pemain yang berposisi sebagai defender itu saat ini sedang santer diberitakan akan merapat ke Stamford Bridge. Chelsea bahkan disebut sudah siapkan tawaran yang cukup besar untuk mendatangkan pemain berkebangsaan Inggris tersebut.

Mahar Tinggi Untuk Lewis Dunk

Dilansir dari media Inggris, Daily Star, pihak Chelsea nampaknya sangat serius untuk mendatangkan Lewis Dunk dari Brighton. Klub asal London tersebut dikabarkan sudah siapkan dana sekitar 48 juta poundsterling untuk memuluskan transfer Dunk. Nilai transfer sebesar ini bertujuan agar Chelsea dapat segera mengamankan jasa pemain berusia 28 tahun tersebut.

Sepanjang bursa transfer Januari ini, Lewis Dunk sudah dikait-kaitkan dengan rumor kepindahannya ke Stamford Bridge. Dan dengan nilai tranfser yang cukup fantastis, Dunk akan berpotensi catatkan rekor baru. Jika akhirnya ia akan bergabung bersama The Blues, Dunk akan menjadi pemain Inggris termahal ke-4 sepanjang sejarah.

Pendapat Arsitek The Seagulls

Meski saat ini spekulasi transfer Lewis Dunk tengah beredar, manajer Brighton, Graham Potter seakan menolak untuk berpendapat. Ia menolak memberitahu awak media apakah Chelsea sudah mengajukan tawaran atau belum. Graham Potter juga mengaku kalau dirinya bahagia masih dapat bermain bersama bek andalannya itu.

Potter mengatakan, “Dia sudah menandatangani kontrak jangka panjang (pada bulan Juli 2018). Kami cukup tenang menghadapi situasi ini. Saya menikmati bekerja bersama Lewis sebagai seorang pesepakbola dan sebagai orang biasa. Kehadirannya sangat penting bagi kami dan kami sangat senang dia bisa bermain bersama kami.”

“Sejujurnya, Januari adalah bulan yang sedikit berbeda dari semua bulan lain.” Kata Potter kepada awak media. Ia melanjutkan, “Ada banyak hal yang terjadi di bulan ini. Banyak pembicaraan dari kalian (media) mengenai pertanyaan dan minat. Jendela transfer sudah dibuka, jadi akan ada lebih banyak hal yang terjadi.”

“Akan tetapi, ketika membicarakan satu hal, kita lebih baik mengetahui masalahnya lebih dulu. Ketika jendela transfer sudah dibuka, maka akan selalu ada pembicaraan yang lebih banyak dari permainan sepakbola itu sendiri.” Ujar manajer kelahiran 20 Mei 44 tahun silam tersebut.

Figur Pemain yang Sedang Dicari Lampard

Di Brighton, Lewis Dunk sendiri sepertinya sudah menjadi salah satu nama andalan pelatih Graham Potter. Sepanjang gelaran Premier League musim 2019/2020 ini, Dunk sudah tampil sebanyak 20 kali bersama The Seagulls. Dari 20 kali penampilannya itu, pemain berpaspor Inggris sudah torehkan dua gol dan tiga assist.

Sementara itu, pihak Chelsea menilai kalau Lewis Dunk adalah target yang potensial bagi mereka. Sosok Dunk dinilai akan menjadi sosok yang tepat bagi Frank Lampard yang saat ini sedang ingin menambah kekuatan lini belakangnya. Lampard disebut sedang ingin menambah persaingan antara empat defender yang sudah ia miliki saat ini.

Selain untuk memperkuat lini belakang, Lampard juga sepertinya butuh lebih banyak pemain yang berpengalaman di dalam skuadnya. Sosok berpengalaman sepertinya ada dalam diri Dunk. Dunk juga dapat menjadi figur soerang pemimpin bagi pasukan Singa Biru London mengingat dirinya juga merupakan sosok seorang kapten di Brighton.

Pihak Chelsea juga saat ini nampaknya sedang gencar untuk mendatangkan pemain-pemain baru. Ini dikarenakan Chelsea baru saja lepas dari larangan transfer yang pernah mereka terima. Selain Dunk, Chelsea juga dikabarkan sedang mengincar winger Inggris yang kini memperkuat Borussia Dortmund, yakni Jadon Sancho.