Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Tipe Baterai Handphone Dari Zaman Dulu Hingga Sekarang, Bukti Nyata Canggihnya Teknologi!

tipe baterai handphone



5 Tipe Baterai HP Dari Zaman Dulu Hingga Sekarang - Keberadaan handphone memang sudah diakui sejak zaman dulu. Produksinya semakin bertambah dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Hingga kemajuan teknologi saat ini mampu menggeser brand Nokia yang semula menduduki top 1 vendor handphone terlaris di dunia, kini berganti menjadi Samsung sebagai jawaranya.

Begitu pun dengan tipe baterai yang terdapat dalam handphone-nya. Dari ponsel masa dulu hingga masa kini terdapat berbagai macam. Hal itu tentu saja tidak terlepas dari zaman yang terus berkembang, khususnya dalam bidang teknologi. 

Mengingat bahwa tipe baterai merupakan salah satu hal yang penting saat seseorang meminang sebuah handphone. Sebab tipe baterai yang terdapat dalam handphone juga dapat berpengaruh pada kualitasnya, artinya semakin bagus kualitas tipe baterainya, maka semakin bagus pula performa handphone.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa dari zaman dulu hingga saat ini ada begitu banyak perubahan. Tidak mungkin tercipta tipe baterai canggih jika tidak mengalami tahapan baterai yang sekarang bisa dibilang "Sangat sederhana, bahkan tidak layak digunakan lagi". 

Terciptanya tipe baterai baru tentu menjadi bukti nyata canggihnya teknologi. Namun, secanggih apa pun tipe baterai saat ini, kita tidak bisa melupakan tipe baterai zaman dulu yang sempat digemari masyarakat luas sebelum adanya jenis baterai saat ini. Untuk tahu lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini mengenai beberapa tipe baterai handphone dari zaman dulu hingga sekarang!

1. NiCd (Nickle Cadmium)

NiCd (Nickle Cadmium)

Tercipta sedari dulu, tipe baterai NiCd merupakan tipe baterai yang sudah tertanam dalam tipe handphone Nokia 3310, handphone ini sempat menduduki peringkat sebagai HP sejuta umat pada zamannya. Kehadiran tipe baterai Nickle Cadmium ini memang menjadi andalan baterai zaman dulu. Dari segi kualitas memang bisa dibilang cukup standar jika kita berada di masa lalu. Namun, jika dibandingkan dengan saat ini, Nickle Cadmium adalah tipe baterai yang tidak layak digunakan lagi.

Adapun beberapa kekurangan dari tipe baterai ini, antara lain seperti baterai ini harus diisi ulang ketika kondisinya benar-benar dalam keadaan kosong, tipe baterai nickel Cadmium memiliki efek memori yang dapat mengurangi kapasitas baterai, dan yang paling berbahaya adalah komponen tipe baterai ini terdiri dari bahan beracun yang dapat membahayakan kesehatan tubuh Anda.

Saat ini, handphone yang menggunakan tipe baterai ini sudah sangat jarang ditemukan, bahkan mungkin tidak ada lagi. Menimbang dari berbagai kekurangannya, mungkin itulah mengapa para vendor ponsel berlomba-lomba menciptakan tipe baterai yang sangat minim dengan kekurangan dan efek samping. Namun, meskipun begitu, kita layak mengapresiasi tipe baterai Nickle Cadmium ini yang sedari dulu menemani beberapa ponsel hingga membawa teknologi pada kecanggihan saat ini.

2. NiMh (Nickle Hydride)

NiMh (Nickle Hydride)


Sama hal nya dengan Nickle Cadmium, NiMh atau Nickle Hydride pun hadir sejak zaman dulu. Jika Anda sering memerhatikan handphone saman dulu, maka tipe baterai yang digunakannya bukanlah jenis Li-Ion ataupun Li-Po. Sebab biasanya yang tertulis adalah tipe NiMh atau Nickel Hydride. Perlu diketahui bahwa jenis baterai ini memang banyak digunakan pada zaman featured phone dan merupakan pengembangan dari tipe baterai NiCd.

Selain itu, ponsel dengan tipe baterai ini juga dapat memiliki daya 40% lebih banyak dengan bentuk dan kekurangan yang sama. Tipe baterai ini pun memiliki karakteristik agar bisa diisi ulang sebanyak 500 kali. Sayangnya, jenis baterai ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan NiCd, yakni harus benar-benar kosong terlebih dulu sebelum pada akhirnya diisi kembali.

Namun, meskipun memiliki beberapa karakteristik yang hampir sama dengan NiCd, baterai NiMh memiliki kapasitas 2 - 3 kali kapasitas NiCd meski ukurannya setara. Menariknya, kepadatan energi yang dimiliki Nickle Hydride mampu mendekati jenis baterai Lithium-ion. So, jenis baterai ini memiliki keunggulan yang sedikit lebih baik dari NiCd atau Nickle Cadmium.

3. Li-ion (Lithium ion)

Li-ion (Lithium ion)


Memasuki era kemajuan teknologi yang semakin berkembang, jenis baterai ini seringkali dijumpai pada ponsel pintar di masa kini. Cobalah untuk sesekali melihat spesifikasi handphone yang Anda gunakan atau yang akan Anda beli, jika di bagian baterai tertera tulisan Li-Ion, maka itu menandakan bahwa handphone Anda dibekali dengan baterai bertipe Lithium-ion. Sudah tidak heran lagi, tipe baterai seperti ini memang sangat populer digunakan dalam smartphone saat ini.

Apalagi sifat dari tipe baterai seperti ini yang dapat diisi ulang. Dalam baterai ini pun hadir  unsur ion litium yang bergerak dari arus elektroda negatif menuju elektroda positif saat hendak dilepaskan, dan akan kembali saat diisi ulang. Menariknya, tipe baterai ini memiliki salah satu kelebihan yang membuat banyak orang tertarik untuk meminang smartphone dengan berjenis Lithium-ion, yakni baterai Lithium akan otomatis berhenti mengisi daya jika sudah penuh.

Selain itu, pemilihan produsen untuk menanam baterai tipe Li-Ion salah satunya karena sifat baterai yang bisa tahan lama. Perlu diketahui bahwa baterai tipe ini dapat diisi ulang hingga 1000 kali lamanya. So, wajar saja jika banyak produsen memakaikan tipe baterai ini di berbagai smartphone andalannya saat ini.

4. Li-Po (Lithium ion poly)

Li-Po (Lithium ion poly)


Berbeda dengan Lithium-ion, baterai tipe Li-Po merupakan pengembangan dari jenis baterai Li-Ion. Meskipun tipe baterai Li-Po memiliki karakteristik yang mirip dengan Li-Ion, akan tetapi masih terdapat beberapa perbedaan yang menunjukkan bahwa Li-Po memiliki keunggulan yang sedikit lebih baik dari tipe Li-Ion.

Perbedaan yang paling menonjol antara Li-Ion dan Li-Po, yakni terdapat pada perbedaan elektrolit yang ada di baterai Li-Po adalah elektrolit polimer, bukan elektrolit cair. Selain itu, tipe baterai canggih ini dapat memberikan daya energi yang lebih spesifik. Seperti hal nya, memiliki berat yang lebih ringan dan bentuknya bisa dibuat sesuka hati penggunanya.

Adapun kakteristik lainnya dari baterai Li-Po, yakni terdapat pada sistem keamanannya. Dibandingkan dengan baterai lainnya, tipe Li-Po merupakan tipe baterai yang sangat aman dari ledakan. Namun, jika produsen ponsel memakai baterai Li-Po, maka biaya produksi yang dikeluarkan tentunya akanlebih mahal. Dan jika Anda ingin mendapatkan smartphone dengan baterai yang lebih aman, alangkah lebih baiknya memilih smartphone dengan tipe baterai Li-Po.

5. Li-Fe (Lithium iron Phosphate)

Li-Fe (Lithium iron Phosphate)


Meskipun perkembangan teknologi sudah semakin pesat, akan tetapi tipe baterai Li-Fe atau Lithium iron Phosphate merupakan tipe baterai yang sangat mahal dan tentunya sangat jarang digunakan di perangkat mobile. Jika vendor smartphone saat ini membekali smartphone canggihnya dengan tipe baterai Li-Fe, makan ongkos produksinya akan melambung tinggi dan mengakibatkan harga jual ponsel semakin naik pula.

Namun, meskipun saat ini masih sangat jarang smartphone yang menggunakan tipe baterai Li-Fe, itu bukan berarti di masa depan nanti tidak ada smartphone yang akan menggunakan tipe baterai canggih ini. Hanya saja mungkin para vendor smartphone masih memanfaatkan teknologi baterai Li-Ion dan Li-Po yang kelebihannya masih sangat layak dan diakui hingga saat ini.

Nah, itulah pembahasan dari 5 tipe baterai dari zaman dulu hingga sekarang yang keberadaannya memang patut diapresiasi dan diacungi jempol. Bisa dipastikan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, tentu akan ada vendor smartphone yang menciptakan tipe baterai dengan kualitas lebih canggih agar performa handphone-nya jauh lebih baik daripada smartphone lainnya.