Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inilah Jenis-jenis SSD yang Perlu Kamu Ketahui

SSD merupakan Solid State Drive. Perangkat ini adalah sebuah teknologi penyimpanan (storage) yang lebih baik jika dibandingkan HDD. Kenapa lebih baik? Karena SSD memiliki teknologi memori berupa flash yang membuat performanya lebih baik. 


Sebagai informasi, HDD adalah media penyimpan yang memanfaatkan cakram di dalamnya. Ketika sistem membaca isi data di HDD, HDD akan bekerja kerjas memutar cakramnya untuk memanggil data tersebut. Karena itu, kamu pasti bakal mendengar suara bunyi dari HDD ketika sedang dijalankan. Suara bunyi itulah yang merupakan suara bunyi dari cakram atau piringan di dalam HDD yang sedang berputar. 


Kinerja HDD yang demikian ternyata tidak dapat mengimbangi performa komponen komputer lain seperti prosesor, RAM, atau kartu grafis. Pasalnya, ketika komputer memerintahkan untuk mencari satu data, HDD akan bekerja dengan cara memutar piringan di dalamnya untuk menemukan data yang dimaksud. Proses ini yang berjalan lambat dan menimbulkan efek kurang bisa mengejar performa dari komponen lain. 

Sekilas Tentang SSD 

Sekilas tentang SSD

Cara kerja HDD tersebut, jadi penghambat performa. Bayangkan, HDD rata-rata hanya punya kecepatan baca hanya sampai 120 MB/s. Sementara semakin berjalannya waktu, komponen lain memiliki performa tinggi dan harus saling melengkapi. Karena itu lahirnya sebuah teknologi penyimpanan yang disebut SSD. 


SSD ini menggunakan flash memory, layaknya flashdisk. Karena memakai flash memory, performa dari SSD ini lebih cepat karena tidak memakai piringan yang memutar. Selain itu, SSD juga memiliki durabilitas yang lebih baik. Jadi kalau jatuh, tidak perlu takut rusak. Hal inilah yang kemudian membuat SSD jadi teknologi penyimpanan masa depan. 


Dengan memakai SSD, sebuah komputer dapat menjalankan program atau game dengan lebih cepat. Karena itu, untuk kebutuhan zaman sekarang, sebaiknya hindari mencari komputer desktop atau laptop yang masih pakai HDD. Kalau pun pakai HDD, segera ganti dengan SSD. 


Jenis-jenis SSD 


Hal yang perlu diingat, SSD itu ada berbagai macam jenisnya. Perbedaan dari SSD ini semakin rumit karena perbedaan tidak sekadar kecepatan, tetapi bentuk atau form factor, teknologi, dan koneksi antarmuka (interface) yang digunakannya. 


Lalu, apa sajakah jenis-jenis SSD ini? Tanpa berlama-lama lagi, berikut Sabineblog paparkan soal jenis-jenis SSD beserta penjelasannya. 

1. SSD SATA 2,5”
SSD SATA 2,5"

Jenis pertama adalah SSD tipe SATA 2,5”. SSD ini merupakan tipe SSD dengan bentuk atau form factor yang mirip dengan HDD 2,5 inci yang umum digunakan di laptop. Sementara penggunaan nama SATA mengacu pada interface yang digunakan. 


Tipe SSD ini juga memakai protokol koneksi dan teknologi SATA. Artinya, hantaran baca SSD tipe ini di komputer memakai teknologi SATA. 


Karena memiliki form factor yang mirip HDD di laptop, SSD SATA 2,5” ini bisa jadi pengganti untuk laptop kamu yang masih pakaI HDD 2,5”. Kamu tinggal copot HDD di laptop tersebut kemudian ganti dengan SSD tipe ini. 


SSD SATA 2,5” merupakan SSD yang terjangkau. Umumnya, SSD SATA 2,5” dengan kapasitas 240 GB dijual di kisaran harga Rp400 ribuan ke atas. Tipe ini tergolong menarik dan bakal banyak dicari orang untuk menggantikan HDD di laptop. Apalagi SSD tipe ini memiliki kecepatan baca sekitar 500 MB/s. 

2. SSD mSATA

SSD mSATA

SSD mSATA pada dasarnya adalah SSD SATA dengan form factor yang lebih kecil. Karena itu namanya mSATA atau bisa diartIkan sebagai mini SATA. SSD ini memiliki bentuk lebih mungil dibandingkan SSD SATA 2,5”. 


Sekadar info, SSD SATA 2,5” sebenarnya adalah sebuah bentuk yang boros. Pasalnya, kepingan yang digunakan hanya kecil. Bisa dibilang bentuk nyatanya hanyalah ⅓ bodi dari SSD SATA 2,5”. Karena itu lahir mSATA yang punya bentuk lebih efisien dan cocok digunakan untuk laptop tipis. 


Karena SSD mSATA memiliki teknologi, interface, serta koneksi SATA, maka kecepatan SSD ini serupa dengan SSD SATA 2,5”. Kecepatannya berkisar di antara 500 MB/s sampai 550 MB/s. Sayangnya, tipe SSD mSATA ini sudah jarang digunakan. 

3. SSD M.2 SATA 

SSD M.2 SATA

Karena kebutuhan perangkat yang lebih tipis, tentu dibutuhkan bentuk fisik komponen yang lebih ringkas. Maka lahirnya, form factor generasi baru yang dinamakan M.2. M.2 ini sering diartikan sebagai Mini SATA generasi ke-2. Bentuknya memang lebih kecil tetapi lebih memanjang. 


SSD M.2 SATA ini berarti tipe SSD dengan form factor dan konektor M.2, tetapi memiliki protokol koneksi atau jalurnya melaluI SATA. Teknologi untuk mengobrol dengan sistem atau cara SSD ini ngobrol dengan sistem juga memakai SATA. 


Karena memakai teknologi SATA, kecepatan SSD ini serupa dengan SSD teknologi SATA lainnya. Kecepatan bacanya berada di kisaran 550 MB/s. Sementara untuk harganya, SSD M.2 SATA dengan kapasitas 128 GB dijual di kisaran Rp128 ribuan. 

4. SSD M.2 NVMe  

SSD M.2 NVMe


Penggunaan teknologi dan protokol SATA ternyata membatasi kemampuan SSD yang sebenarnya bisa lebih cepat. Karena itu, dibutuhkan protokol dan teknologi yang cepat agar SSD bisa memiliki kecepatan lebih baik. 


Kehadiran form factor M.2 memungkinkan SSD memiliki jalur koneksi lebih cepat. Mengapa? Karena form factor M.2 ternyata bisa mendukung tiga tipe jalur koneksi: SATA, USB 3.0, dan PCIe atau PCI Express (Peripheral Component Interconnect Express). 


Jalur SATA sudah dibahas sebelumnya. Bagaimana dengan USB 3.0? Biasanya yang memanfaatkan jalur ini adalah komponen lain yang memakai form factor M.2 seperti wifi card. 


Sementara jalur PCIe ini akrab ditemukan pada perangkat kartu grafis yang biasanya memakai slot PCIe. Penggunaan protokol PCIe ini memungkinkan SSD M.2 NVMe memiliki kecepatan yang serupa layaknya kartu grafis di slot PCIe. Karena itu, SSD M.2 NVMe memang memiliki kecepatan yang lebih baik dibandingkan SSD dengan protokol SATA. 


Terlebih karena SSD M.2 NVMe memakai teknologi NVMe atau NVM Express (Non-Volatile Memory Host Controller Interface Specification). Singkatnya, NVMe ini adalah tipe memori yang datanya tidak hilang meskipun listrik mati dan memiliki teknologi yang kencang alias Express. 


Berdasarkan hal tersebut, SSD M.2 NVMe sering juga disebut sebagai SSD M.2 NVMe PCIe. Dalam hal ini, M.2 adalah form factor dan tipe konektornya, NVMe adalah cara SSD ini berkomunikasi dengan sistem atau komputer, sistem dalam hal ini adalah PCIe yang merupakan jalurnya. 


SSD M.2 NVMe juga sering muncul dengan tipe lain, yakni SSD M.2 NVMe PCIe 3.0 X4. PCIe 3.0 X4 ini berarti PCIe generasi ketiga dengan empat konektor. Sekadar info, kartu grafis zaman sekarang memakai PCIe 3.0 X8 atau PCIe 3.0 X16


SSD M.2 NVMe PCIe 3.0 X4 biasanya harganya lebih mahal. Harganya bisa sampai Rp3 jutaan tetapi tergantung kapasitasnya. Tipe ini memiliki kecepatan baca di 3.000 MB/s ke atas. Sementara SSD M.2 NVMe PCIe standar harganya lebih murah dan memiliki kecepatan baca di kisaran 1.500 MB/s. 

5. SSD PCl Express Card

SSD PCI Express Card

SSD PCl Express Card atau sering disebut juga sebagai SSD NVMe PCIe merupakan tipe SSD yang memiliki bentuk seperti kartu grafis atau GPU Card. SSD ini perlu dihubungkan layaknya memasang kartu grafis ke slot PCIe di motherboard. Karena bentuknya yang besar, SSD PCl Express Card ini tidak cocok digunakan di laptop. 


Dengan kata lain, SSD PCl Express Card adalah tipe SSD dengan form factor Add-in Card (layaknya GPU Card), dengan jalur koneksi dan antarmuka PCIe, dan memakai cara komunikasi NVMe. 


Kecepatan SSD PCl Express Card tidak berbeda jauh dengan SSD M.2 NVMe PCIe karena memakai teknologi dan protokol yang serupa. Untuk harga juga tidak jauh berbeda, yakni jutaan. Contohnya adalah sebuah SSD PCl Express Card dengan kapasitas 512 GB dijual di kisaran harga Rp2,2 jutaan. 


6. SSD U.2 

SSD U.2


SSD U.2 adalah tipe SSD yang hadir untuk memenuhi kebutuhan SSD yang berjumlah banyak dalam satu perangkat komputer. Perangkat ini hadir karena keterbatasan SSD dengan form factor M.2 yang mengharuskan tersambung atau nempel langsung di motherboard. Keterbatasan tersebut karena motherboard umumnya tidak menyediakan slot SSD M.2 dengan jumlah banyak. 


Atas dasar itulah, hadir SSD U.2. Penamaan U.2 mengacu pada tipe konektornya yang berjenis U.2. Sementara form factor SSD ini adalah 2,5” atau mirip dengan SSD SATA 2,5”. Hanya saja interface SSD U.2 adalah PCIe 3.0 X4 dan mendukung teknologi NVMe. 


Sayangnya, SSD U.2 merupakan tipe SSD yang cukup jarang. Hal ini karena SSD U.2 lebih banyak dipakai untuk perusahaan atau kategori enterprise. Faktor motherboard yang mendukung slot U.2 juga masih sedikit. 


Sebenarnya masih banyak tipe SSD lain hanya saja kurang begitu populer. Dan satu hal lagi yang perlu diingat dari SSD adalah umurnya yang berdasarkan TBW (TeraByte Written). Sederhananya, sebuah SSD dengan kapasitas 128 GB memilikI TBW 60 TB. 


TBW 60 TB ini artinya jika SSD tersebut telah melakukan penulisan data sampaI 60 TB, maka SSD tersebut tidak bisa menulis data kembali hanya bisa membaca. Biasanya kapasitas semakin besar, TBW juga semakin besar. Dan biasanya, TBW SSD lebih dari yang ditulis.