Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Brand Laptop yang Telah Lenyap di Pasaran, Dikabarkan Bangkrut Total!



Banyaknya brand laptop terkenal saat ini berhasil menggeser beberapa brand laptop lainnya pada posisi terbawah. Bahkan, kejamnya dunia bisnis mampu menenggelamkan beberapa brand laptop yang dulu sempat menjadi primadona di pasaran.

Hal ini tentu bukan tanpa alasan, melainkan karena berbagai hal, termasuk persaingan di pasaran yang semakin ketat. Kurangnya strategi pemasaran serta teknologi yang diusung tidak mengalami pembaharuan merupakan salah satu alasan terkuat mengapa hingga saat ini banyak brand laptop yang "gulung tikar".

Nah, apakah kamu menyadari bahwa saat ini tidak lagi ditemukan beberapa brand laptop yang dulunya adalah brand yang paling banyak diminati masyarakat? Jika kamu tidak menyadarinya, maka simaklah penjelasan di bawah ini mengenai 5 brand laptop yang telah lenyap di pasaran.

1. BenQ



Sempat berhasil memisahkan diri dari Acer hingga menjadi salah satu brand proyektor terkemuka di pasaran, BenQ kini tidak lagi terlihat di pasar laptop global. Dari kabar yang beredar, brand BenQ telah tenggelam dikarenakan semakin banyaknya pesaing dari brand lainnya.

Padahal saat itu BenQ memiliki produk laptop yang telah dipasarkan dalam brand laptop Joybook dengan target pemasaran dititikberatkan pada pasar mainstream. Selain itu, produk Joybook pun dibanderol dengan harga yang cukup agresif. Namun, sayangnya, BenQ gagal mendobrak target pasar hingga menyebabkan brand yang satu ini "gulung tikar" sampai sekarang.

2. Sony VAIO



Di zaman dulu jika ada orang yang menggunakan laptop dari brand Sony VAIO, maka dipastikan dia adalah sultan. Pasalnya brand laptop ini memang memiliki popularitas cukup tinggi sebagai produk yang membawa spesifikasi tangguh, desain premium, dan dari segi harga pun sangat terjangkau. 

Namun, tingginya kepopuleran Sony VIAO tidak berlangsung lama. Sebab saat ini brand laptop Sony VIAO sudah tidak lagi terlihat di pasaran sejak 2014. Dari kabarnya, pihak Sony menjual brand-nya ke perusahaan Japan Industrial Partners.

3. Nokia



Siapa yang tidak mengenal brand laptop Nokia? Salah satu brand yang berhasil menggaet hati banyak orang karena produknya praktis untuk dibawa ke mana-mana. Pada saat 2007 lalu, brand HP legendaris ini menciptakan produk netbook Nokia Booklet 3G. Dan saat itu brand Nokia berhasil menduduki brand paling ternama.

Bahkan, taktik cerdas Nokia ini sempat dibandingkan dengan brand ternama Apple yang berasal dari dunia komputer lalu merambah masuk ke pasar smartphone. Namun, sayangnya, brand Nokia tidak segemerlang brand Apple yang saat ini tetap eksis di dunia laptop maupun HP. Hingga saat ini Nokia Booklet 3G tidak pernah lagi terlihat di mana-mana.

4. Toshiba



Baru-baru ini memang beredar kabar bahwa brand Toshiba resmi mundur dari dunia. Sejak tahun 2015 memang telah ada desas-desus brand Toshiba akan hancur dan kabarnya resmi menjual beberapa bisnisnya ke perusahaan lain. Padahal brand Toshiba sempat mencapai titik kejayaan di abad 21 setelah berhasil mendapatkan kompetisi dari brand China.

Namun, kejayaan itu tidak berlangsung lama dan kini brand laptop Toshiba telah resmi menghilang dari dunia. Dari sekian banyak bisnis yang mereka jalani, hanya satu tersisa dari brand ini, yakni harddisk eksternal yang hingga sekarang masih sukses di pasaran.

5. IBM



Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, IBM sangat berjasa dalam membawa banyak inovasi teknologi di dunia, salah satunya termasuk di lini produk laptop ThinkPad. Seperti yang telah diketahui bahwa produk ThinkPad memang memiliki ketangguhan di atas rata-rata yang disertai fitur keamanan tambahan ditargetkan untuk kelas profesional.

Namun, perusahaan besar IBM menganggap bahwa bisnis laptop ini tidak memiliki prospek keuntungan yang besar, hingga di tahun 2005, IBM menjual brand ThinkPad ke brand Lenovo. Padahal kalau dikembangkan lagi, IBM akan menjadi perusahaan teknologi terkemuka dan ternama saat ini.

Demikianlah penjelasan dari 5 brand laptop yang telah lenyap di pasaran. Jika brand ternama yang saat ini merajai pasar laptop tidak melakukan pembaharuan pada strategi pemasaran maupun teknologi produknya, maka kemungkinan akan bernasib sama dengan kelima brand di atas.