Review Lengkap Spek Samsung A31: Apakah Masih Layak Pakai atau Sudah Waktunya Museum?
Pada pertengahan tahun 2020, Samsung meluncurkan Galaxy A31 sebagai jawaban bagi konsumen yang mendambakan layar berkualitas tinggi tanpa harus merogoh kocek untuk seri flagship. Saat itu, slogan utamanya adalah layar Super AMOLED dan baterai jumbo. Kini, kita telah memasuki tahun 2026, enam tahun sejak ponsel ini pertama kali menyapa dunia. Anehnya, alih-alih dilupakan, Samsung Galaxy A31 justru masih menjadi primadona di pasar ponsel bekas (second). Banyak orang tua yang memburunya untuk dijadikan ponsel pertama bagi anak mereka yang baru masuk sekolah, atau para pekerja lapangan yang membutuhkan ponsel kedua (secondary driver) dengan daya tahan baterai yang bisa diandalkan.

Artikel ini akan mengupas tuntas segala aspek mengenai Spek Samsung A31 dari sudut pandang tahun 2026. Kita tidak hanya akan berbicara angka di atas kertas, tetapi juga realitas penggunaannya di tengah gempuran aplikasi modern yang semakin berat. Apakah layar AMOLED-nya masih memanjakan mata? Apakah chipset lawasnya masih sanggup membuka TikTok tanpa tersendat? Mari kita bedah satu per satu.
Pesona Layar Super AMOLED yang Tak Lekang Waktu
Nilai jual utama yang membuat Samsung A31 sulit mati adalah layarnya. Ponsel ini dibekali panel Super AMOLED berukuran 6.4 inci. Di tahun 2026, menemukan ponsel baru harga 1 jutaan dengan panel AMOLED adalah hal yang mustahil; rata-rata hanya menawarkan IPS LCD biasa dengan resolusi HD+. Di sinilah A31 bersinar. Layarnya memiliki resolusi Full HD+ (1080 x 2400 piksel) dengan kerapatan piksel mencapai 411 ppi.
Secara visual, teknologi Super AMOLED menawarkan kontras yang tak terbatas (infinite contrast). Warna hitam yang ditampilkan benar-benar pekat karena pikselnya mati total, bukan sekadar warna abu-abu gelap seperti pada layar LCD. Hal ini membuat pengalaman menonton film di Netflix atau YouTube menjadi sangat imersif. Warna-warna yang keluar sangat vibrant (hidup) dan tajam. Selain itu, Samsung A31 mengusung desain Infinity-U Display, di mana kamera depan ditempatkan dalam poni kecil berbentuk huruf U, memberikan rasio layar-ke-bodi yang luas, yakni sekitar 84.9%.
Kecanggihan layarnya tidak berhenti di situ. Samsung A31 sudah mengadopsi teknologi Fingerprint Under Display (pemindai sidik jari di dalam layar). Fitur ini biasanya hanya ada di ponsel kelas atas. Meskipun kecepatan bacanya tidak secepat sensor fisik di samping bodi, sensasi futuristik menempelkan jempol di atas kaca layar tetap menjadi daya tarik tersendiri yang memberikan kesan mewah dan premium.
Dapur Pacu: Helio P65 di Era Aplikasi Modern
Beralih ke sektor mesin, Samsung A31 ditenagai oleh chipset MediaTek Helio P65. Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 12nm dan memiliki prosesor Octa-core yang terdiri dari dua inti performa Cortex-A75 berkecepatan 2.0 GHz dan enam inti hemat daya Cortex-A55 berkecepatan 1.7 GHz. Di tahun 2020, ini adalah chipset kelas menengah yang cukup bertenaga. Namun, bagaimana performanya di tahun 2026?
Jujur harus diakui, untuk standar aplikasi tahun 2026 yang penuh dengan animasi berat dan konten video resolusi tinggi, Helio P65 mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Untuk penggunaan dasar seperti chatting WhatsApp, browsing berita, atau memutar musik di Spotify, ponsel ini masih berjalan sangat lancar. Namun, saat Anda membuka aplikasi berat seperti TikTok atau Instagram Reels dan melakukan scrolling cepat, Anda mungkin akan merasakan sedikit jeda (stutter) atau patah-patah ringan.
Untungnya, Samsung membekali A31 dengan konfigurasi memori yang cukup lega, yaitu pilihan RAM 6GB atau 8GB dengan penyimpanan internal 128GB. Kapasitas RAM yang besar ini sangat membantu dalam multitasking, memungkinkan ponsel tetap menyimpan beberapa aplikasi di latar belakang tanpa harus memuat ulang (reload) dari awal. Penyimpanan 128GB juga masih sangat relevan untuk menyimpan ribuan foto dan video, apalagi masih tersedia slot MicroSD dedicated yang bisa menampung kartu memori hingga 512GB tanpa mengorbankan slot SIM 2.
Quad Camera 48MP: Masih Tajam atau Sudah Buram?
Di sektor fotografi, Samsung Galaxy A31 membawa konfigurasi empat kamera belakang yang disusun dalam modul persegi panjang. Bintang utamanya adalah kamera 48MP (f/2.0). Pada kondisi pencahayaan yang cukup, seperti siang hari di luar ruangan, kamera ini mampu menghasilkan foto yang sangat detail dengan rentang dinamis (dynamic range) yang luas berkat fitur HDR otomatis. Warna khas Samsung yang sedikit matang (saturated) membuat hasil foto langsung siap diunggah ke media sosial tanpa perlu banyak diedit.
Selain kamera utama, terdapat lensa Ultrawide 8MP dengan sudut pandang 123 derajat. Lensa ini sangat berguna saat Anda ingin memotret pemandangan luas atau foto grup keluarga besar tanpa harus mundur jauh. Meskipun detailnya tidak setajam kamera utama, distorsi pada pinggiran foto sudah dikoreksi dengan cukup baik oleh perangkat lunak. Dua lensa lainnya adalah Macro 5MP untuk memotret objek kecil dari jarak dekat (3-5 cm) dan Depth Sensor 5MP untuk menciptakan efek bokeh (latar buram) pada mode potret. Kamera Macro 5MP di sini adalah peningkatan signifikan dibanding kompetitor yang rata-rata hanya memberi 2MP, sehingga hasil foto bunga atau serangga terlihat lebih jelas dan tidak pecah.
Bagi pecinta swafoto, kamera depan 20MP sudah lebih dari cukup. Fitur Smart Beauty milik Samsung bekerja halus memuluskan kulit tanpa membuatnya terlihat seperti boneka lilin. Untuk keperluan video call Zoom atau Google Meet, kamera ini memberikan kualitas gambar yang jernih dan terang.
Ketahanan Baterai 5000mAh Setelah 5 Tahun
Salah satu alasan mengapa A31 dijuluki “Baterai Badak” adalah kapasitas baterainya yang mencapai 5000mAh. Di atas kertas, angka ini standar untuk tahun 2026. Namun, kombinasi baterai besar dengan layar Super AMOLED yang hemat daya dan chipset Helio P65 yang efisien membuat daya tahannya luar biasa. Untuk penggunaan normal, ponsel ini bisa bertahan hingga satu setengah hari. Bahkan untuk memutar video non-stop, A31 diklaim bisa bertahan hingga 20 jam lebih.
Namun, ada satu catatan penting. Teknologi pengisian dayanya hanya mendukung Fast Charging 15W. Di era di mana ponsel baru sudah mendukung 33W, 67W, bahkan 120W, kecepatan cas A31 terasa sangat lambat. Mengisi baterai dari 0% hingga 100% membutuhkan waktu sekitar 2 jam lebih. Ini menuntut kesabaran ekstra atau kebiasaan mengecas ponsel saat tidur di malam hari.
Update Harga Samsung A31 Bekas (Februari 2026)
Membicarakan harga di pasar sekunder atau barang bekas tentu sangat bervariasi tergantung kondisi fisik dan kelengkapan. Berdasarkan pantauan pasar di berbagai marketplace Indonesia pada Februari 2026, harga Samsung A31 second cukup menggoda.
Untuk unit batangan (hanya HP saja), harganya berkisar antara Rp 950.000 hingga Rp 1.100.000. Sedangkan untuk unit fullset (lengkap dengan dus dan charger original) dengan kondisi mulus, harganya bisa menyentuh Rp 1.200.000 hingga Rp 1.400.000.
Harga ini menempatkannya head-to-head dengan ponsel entry-level baru merek China. Namun, A31 menang telak di kualitas layar AMOLED dan fitur NFC (pada varian tertentu). Saat membeli bekas, pastikan Anda mengecek kondisi layar dengan teliti. Penyakit umum layar AMOLED yang sudah berumur adalah burn-in atau shadow, yaitu bayangan ikon aplikasi (biasanya logo WhatsApp atau keyboard) yang tertinggal samar-samar di layar, serta layar yang berubah warna menjadi kemerahan atau kehijauan.
Fitur Keamanan dan Ekosistem Samsung
Satu hal yang sering dilupakan pembeli adalah keamanan data. Samsung Galaxy A31 dilengkapi dengan platform keamanan Samsung Knox. Ini bukan sekadar antivirus aplikasi, melainkan sistem keamanan berlapis yang tertanam sejak tingkat perangkat keras (hardware) hingga perangkat lunak. Fitur ini melindungi data sensitif Anda seperti kata sandi, PIN, dan biometrik dari serangan malware maupun upaya peretasan fisik.
Selain itu, ponsel ini juga memiliki fitur Secure Folder, sebuah ruang terenkripsi khusus di dalam ponsel di mana Anda bisa menyembunyikan foto, video, dokumen, atau bahkan aplikasi perbankan agar tidak bisa diakses orang lain meskipun ponsel Anda dipinjam. Untuk varian resmi Indonesia, Samsung A31 juga sudah dilengkapi NFC (Near Field Communication) yang sangat vital fungsinya di kota besar untuk mengecek dan mengisi saldo kartu uang elektronik (e-money) secara instan.
Masalah Umum (Troubleshooting) Jangka Panjang
Sebagai barang elektronik yang sudah berusia lanjut, ada beberapa “penyakit” khas A31 yang perlu diwaspadai. Masalah yang paling sering dilaporkan di forum teknisi adalah masalah pengisian daya (Not Charging). Gejalanya bisa berupa ponsel tidak merespons saat dicolok, atau indikator petir muncul tapi persentase baterai tidak naik (bahkan turun). Penyebab utamanya seringkali bukan pada baterai atau lubang cas, melainkan pada kabel fleksibel penghubung papan bawah ke mesin utama. Konektor pada fleksibel ini sering retak atau kendor karena guncangan. Solusinya relatif murah, cukup mengganti kabel fleksibel tersebut di tukang servis.
Masalah kedua adalah performa yang melambat (lag) seiring penuhnya memori internal. Sistem Android dan aplikasi yang terus update memakan ruang penyimpanan yang besar. Solusi terbaik adalah melakukan Factory Reset (kembali ke pengaturan pabrik) setidaknya setahun sekali untuk membersihkan sampah sistem (cache) yang menumpuk, sehingga ponsel terasa segar kembali seperti baru.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A31 di tahun 2026 adalah contoh sempurna dari perangkat yang “menua dengan anggun”. Meskipun kecepatan prosesor dan pengisian dayanya sudah tertinggal zaman, kualitas layar Super AMOLED-nya masih menjadi juara yang sulit dikalahkan oleh ponsel budget keluaran terbaru sekalipun. Bagi Anda yang mencari ponsel kedua untuk nonton film, navigasi GPS, atau ponsel pertama untuk anak sekolah dengan budget 1 jutaan, Samsung A31 adalah pilihan yang sangat logis dan cerdas dibandingkan membeli ponsel baru dengan spesifikasi pas-pasan.

Editor kepala di web SabineBlog.com yang bertugas mereview semua artikel sebelum publish di Web SabineBlog. Penulis Ahli di bidang Komputer, Teknologi, Smartphone dan Gadget Lainnya selama Puluhan Tahun.


